Showing posts with label #japan. Show all posts
Showing posts with label #japan. Show all posts

Kebaikan hati Mr. Sasumu (Trip Jepang sumer 2018)

Kita pernah mendengar bahwa kebaikan sekecil apapun yang kita berikan kepada orang lain akan kembali kepada kita suatu saat nanti, entah kebaikan itu dalam bentuk apapun pastinya akan sangat kita syukuri. Bagi seorang bacpacker sesat dikota tujuan adalah hal biasa, klo gak sesat gak ada cerita buat dikenang, kali ini saya akan becerita kebaikan salah satu warga jepang saat saya backpacker kesana dua tahun lalu. Warga jepang menurut sy tergolong ramah dan sifat membantunya yang tinggi, dari awal kedatangan kami dibandara terasa suasana hangat, dari banyaknya booklet ttg wisata yg ada dibandara, fasilitas bandara buat kami bersih bersih hingga fasilitas refill air minum yang tersedia buat refill botol kami yg kosong. Ini pertama kali sy dan keluarga ke Jepang, didalam rombongan kami ada salah satu kk yang udah pernah menginjakkan kakinya kejepang, tapi ya tetep saja gak bisa bergantung kepada satu orang saja kami juga mempersiapkan catatan dan itin sendiri selama disana, karena rombongan sy sendiri aja ada lima orang, suami, anak sy danial usia 4th, ibu sy dan sahabat ibu sy yg usianya sudah 50th. ketika urusan bersih bersih dibandara kelar, kami segera menuju ke loket pembelian kereta ekspress bandara menuju ke terminal subway terdekat penginapan kami di Ueno, setelah antri membeli tiket selesai kemudian sy juga langsung membeli kartu subway pasmo, di loket pasmo dibandara. (untuk penggunaan alat transportasi selama dijepang akan sy bahas ditulisan lain). Ketika sy dan suami sudah kelar mengurus kartu pasmo kami, kami kehilangan jejak rombongan kami yg satunya, sy dan suami bingung pintu mana yg kami harus masuk, karena benar benar blank tidak ada jejak, dalam kondisi begini kami tidak boleh panik. kami buka kembali peta tokyo metro subway, dan download aplikasinya di appstore. kemudian kami melihat banyak orang turun ke bawah basement yang ternyata line metro ya udah kita turun juga dengan perkiraan mungkin hanya beda pintu atau gate dengan si kereta ekspress. ternyataaa kita lah dunk hahaha... zonk dan untuk masuk ke line ini kami sudah menggunakan deposit dikartu pasmo kami, sekitar satu orang Rp.4000, kami sudah rugi tiket ekspress yg sekitar 170rban hahah,, harus hemat dimakan ni nanti switching budgetnya. oke, kita buka peta liat stasiun tempat penginapan kita, dan lihat kode kode abjad ditiap line dan terminal perpindahan dari line satu ke line lainnya, awalnya ribet banged sumpah hahaha belum tahu clue cara bacanya aja seh, nah disinilah hikmah kesesatan kami, kami jd lebih cepat memahami cara membaca peta metro subway ini. Melihat kebingungan kami, seorang bapak dengan sederhana menghampiri kami dan bertanya walau dengan english dasar dan terbatas tapi kami mengerti dan dia juga mengerti apa yg kami katakan, kemudian dia membantu kami dengan menggambar rinci terminal mana yg kami harus berhenti, kemudian pindah Line, kemudian line terakhir. dia membantu membawakan koper agar suami saya bisa mendorong stoller danial dan sy membawa koper kabin kami, ibu saya dan sahabatnya juga akhirnya lega mendapat kepastian. Karena dalam kondisi lelah, penerbangan 8 jam, pastinya saat ini kami hanya ingin mandi dan minum kopi atau teh hangat, kemudian belajar ttg penggunaan metro subway dijepang. Suami sy berkenalan dengan bapak tersebut, ternyata beliau adalah seorang guru, dan bernama MR.Sasumu, kebaikan beliau tidak hanya menggambarkan peta line secara rinci tapi menemani kami hingga ke line perpindahan agar kami tidak sesat, dan salah line kembali. disaat kondisi begini memang rasanya udah malas banget buat baca peta secara detail, tapi kami tetep sekilas mengecek catatan mr.sasumu dan peta yg kami pegang, sampailah akhirnya kami berpisah dan mr.sasumu kembali ketujuan awalnya. klo kate orang pontianak sehe kan die ngantarkan kite, subhanallah bersyukur sekali ketemu beliau, pas di Line perpindahan di Ueno kami pindah ke Line H ke minowa, diterminal kami ditolong beberapa orang yg angkatin koper mama, ataupun koper yg dipegang pak suami, padahal bawaan kami sebenarnya gak banyak dan masih mampu buat naik dan turun tangga ke subway, tapi sifat tolong menolong melihat org tua maupun seorang ibu yg bawa anak atau baby, sangat tinggi dan membuat sy terharu. mereka langsung angkat koper tanpa bilang ini itu, kmi langsung mengikuti dibelakang, kemudian mereka membungkukkan badan, dan kami hanya bilang arigatou. Sungguh inilah yg kadang bikin kangen walau sudah 2tahun berlalu. Jangan lelah berbuat baik, kepada yg membutuhkan walau sekedar membantu barang yg jatuh atau menunjukkan alamat, karena ketika engkau dinegara orang menjadi musafir banyak tangan yg juga akan membantu mu saat kamu membutuhkannya.

Travelling bersama anak

Saat membicarakan travelling bersama baby atau balita bagi sebagian orang berpikir pasti repot dan lain lain.
Sebenarnya kembali ke mindset kita sebagai orang tua, jika sesuatu itu kita pikirkan gampang dan bisa teratasi hasilnya pasti bisa kita atasi. Begitu juga sebaliknya jika kita berpikir susah dan repot, perjalanan travelling akan tidak menyenangkan.

Saya termasuk pribadi yang suka travelling dan backpacker, ketika kemudian nantinya saya akan bekeluarga sy selalu bercerita tentang hobi saya ini kepada calon pasangan, dan cita cita saya jika punya anak akan sy ajak travelling bersama.

Danial dari awal udah saya persiapkan menjasi seorang traveller, terlalu dini mungkin bagi sebagian orang, tapi bagi saya ala bisa karena biasa. Banyak orang bertanya usia berapa seorang anak bisa diajak travelling?! Klo saya pertama kali bawa danial ke mall atau ketempat keramaian, untuk mengukur kondisi ketahanan tubuhnya pada usia tiga bulan, tapi saat itu kami hanya datang dan makan di resto dengan ruang yang agak privat.

Alhamdulillah kondisi tubuhnya aman, kemudian sy lanjutkan ke kota singkawang, ngetrip pendek saja tiga jam dari kota pontianak, dan menginap satu malam, saat itu usia empat bulan, melatih kondisinya agar tidak rewel, dan terus melakukan sounding sebelom trip dan mempersiapkan perbekalannya, karena danial asi sy selalu sedia apron untuk menyusui dijalan.
Evaluasi trip singkawang aman, kemudian pada usia 6bln awal awal mpasi, saya ajak ke kabupaten sanggau menghadiri pernikahan sahabat saya, yang jaraknya sekitar 4.5jam dari pontianak.
Alhamdulillah perjalanan ini juga lancar dan teratasi dengan baik, sampai disini saya yakin dan bisa untuk membawa danial trip ke negara lain, kemudian pada usia 6bln juga saya bikinkan danial pasport😁

Sedikit saran dari saya, jika anak sudah masuk usia mpasi, biasakan makan buah buahan atau juz buah pada anak, selain masakan homemade, saya juga ada makanan instan pendamping mpasi anak saya, karena saat ngetrip tidak memungkinkan untuk kita bisa masak, dan saya juga tipe agak santai dalam hal mpasi, gak terlalu ribet (dan alhamdulillah hingga usia sekarang 5th danial belum pernah GTM). Untuk makanan instan pendamping ASI danial, sy jatuh cinta dengan produk oat gerber dari nestle selain organic, komposisinya aman, kemasannya juga praktis buat saya bawa dalam perjalanan.😊

Dan usia pertama danial keluar negeri, ke kuching serawak malaysia pada usia 9bln,😍
Tips saya, bawa dua makanan instan dengan rasa berbeda, bawa biskuit makanan bayi (danial juga waktu itu biskuitnya puffs dari gerber), klo anak udah terbiasa makanan buah, nah belilah buah-buahan segar dan stock untuk cemilan anak, dan belilah roti gandum.

Saya selalu berusaha mempunyai plan trip setiap tahun sesuai budget, umur 1th danial kami bawa ke KL,malaka, johor, dan singapore, umur 2th kami bawa ke langkawi malaysia, umur 3th kami hanya fokus eksplore malaka dan KL, umur 4th kami bawa danial ke jepang,osaka,jeju,KL. Dan untuk 5th kami masih menentukan trip kemana kami pergi.
(Untuk tiap trip nanti sy bahas di tulisan lain).

Jika anda punya jiwa travelling, nah biasakan anak anda menggunakan stroller agar perjalanan anda nyaman dan lancar, sekedar sharing danial sy biasakan menggunakan stroller dalam semua aktifitasnya dari bayi, dia tidak menggunakan ayunan, jika dia tidur biasa saya bawa dengan stroller klo sy hendak makan ke dapur atau berkemas dirumah 😁apalagi jalan pagi atau jalan keluar rumah stroller selalu standby.

Sebelum melakukan trip atau perjalanan jauh, hendaklah sounding minimal sebulan sebelum bepergian, saya selalu bercerita kepada danial kemana tujuan trip kami, dan apa yang akan kami lakukan, kemudian meminta dia untuk dapat bekerjasama dalam perjalanan. Alhamdulillah ini berhasil bagi saya.😎 Bikin itinerary perjalanan yang enak, jangan terlalu padat, agar anda dan anak bisa enjoy.

Jangan lupa vaksin atau imunisasi anak anda dengan lengkap, sampai usia 2th, danial selain vaksin wajib, vaksin tambahan yang saya beri influenza, dan cacar.
Selalu cek up ke dokter anak seminggu sebelum melakukan perjalanan, siapkan vitamin pendukung buat anak dan anda.

Barang wajib klo bagi saya adalah stroller selain apron pada saat menyusui 😂

Jangan pernah berpikir bahwa membawa anak backpacker atau travelling sesuatu yg merepotkan dan lain lain.. positif thinking perjalanan anda akan bewarna, karena ada saatnya nanti mereka mempunyai dunianya sendiri kita takkan lagi dapat melakukan perjalanan bersamanya.

Have fun for ur trip

#backpacker, #backpackerwithbaby,#travelling, #happytrip,#happytravelling,#momandson,#familytrip,#nidiaalqadrie,#nidia-journal,#danialtrip,#kl,#japan,#singapore,#malaka